latihan UAS SKK + root locus
Posted by ariesperdana
Posted on 7/14/2010 12:12:00 PM
with No comments
latihan UAS SKK + root locus
Posted by ariesperdana
Posted on 7/14/2010 12:12:00 PM
with No comments
data laporan skk 2A1 'karakteristik sistem orde 1'
Posted by ariesperdana
Posted on 5/24/2010 10:02:00 PM
with No comments
data laporan skk 2A1 'karakteristik sistem orde 1'
Posted by ariesperdana
Posted on 5/24/2010 10:02:00 PM
with No comments
data laporan skk 2A1 'blok diagram'
Posted by ariesperdana
Posted on 5/19/2010 01:50:00 PM
with No comments
data laporan skk 2A1 'blok diagram'
Posted by ariesperdana
Posted on 5/19/2010 01:50:00 PM
with No comments
Posted by ariesperdana
Posted on 4/04/2010 12:49:00 PM
with No comments

Plant / kendalian
Adalah bagian yang dikendalikan oleh sistem kendali.
contoh:
- motor DC, katup/kran air
- ruangan pada sistem kendali temperatur
- pesawat pada autopilot
Controller / kendali
Adalah bagian yang mengendalikan plant/kendalian
contoh:
- op-amp pada kendali analog
- rangkaian digital pada kendali digital
- mikrokontroller/mikroporsessor pada kendali berbasis mikro
- komputer pada kendali berbasis komputer
Summing point[titik penjumlah] / komparator[pembanding]
adalah bagian yang membandingkan sinyal masukan dengan sinyal umpan balik [feedback]
contoh:
- rangkaian summing dengan op-amp
- rangkaian summing dengan IC digital
- Software
Input[masukan] / set point[titik pengesetan]
merupakan bagian untuk memasukan nilai yang diinginkan. pada bagian ini operator dapat menentukan nilai keluaran sistem kendali yang diinginkan.
Output[keluaran]
adalah bagian keluaran dari sistem kendali, misalnya kecepatan motor DC, suhu ruangan, dsb.
Feedback [umpan balik]
adalah jalur yang digunakan untuk mengendalikan sebagian atau seluruh nilai keluaran sebagai summing point.
jenis sistem kendali menurut jumlah input dan output
-SISO
-SIMO
-MISO
-MIMO
S= single
I= input
O= output
M= multi
Jenis sistem kendali menurut plant[keluaran]
-Servo control [kendali servo]
adalah sistem kendali yang menggunakan sistem mekanik dengan penggerak motor listrik.
-Process control [kendali proses]
adalah sistem kendali yang mengendalikan proses kendali tertentu. misalkan: pabrik kimia.
Posted by ariesperdana
Posted on 4/04/2010 12:49:00 PM
with No comments

Plant / kendalian
Adalah bagian yang dikendalikan oleh sistem kendali.
contoh:
- motor DC, katup/kran air
- ruangan pada sistem kendali temperatur
- pesawat pada autopilot
Controller / kendali
Adalah bagian yang mengendalikan plant/kendalian
contoh:
- op-amp pada kendali analog
- rangkaian digital pada kendali digital
- mikrokontroller/mikroporsessor pada kendali berbasis mikro
- komputer pada kendali berbasis komputer
Summing point[titik penjumlah] / komparator[pembanding]
adalah bagian yang membandingkan sinyal masukan dengan sinyal umpan balik [feedback]
contoh:
- rangkaian summing dengan op-amp
- rangkaian summing dengan IC digital
- Software
Input[masukan] / set point[titik pengesetan]
merupakan bagian untuk memasukan nilai yang diinginkan. pada bagian ini operator dapat menentukan nilai keluaran sistem kendali yang diinginkan.
Output[keluaran]
adalah bagian keluaran dari sistem kendali, misalnya kecepatan motor DC, suhu ruangan, dsb.
Feedback [umpan balik]
adalah jalur yang digunakan untuk mengendalikan sebagian atau seluruh nilai keluaran sebagai summing point.
jenis sistem kendali menurut jumlah input dan output
-SISO
-SIMO
-MISO
-MIMO
S= single
I= input
O= output
M= multi
Jenis sistem kendali menurut plant[keluaran]
-Servo control [kendali servo]
adalah sistem kendali yang menggunakan sistem mekanik dengan penggerak motor listrik.
-Process control [kendali proses]
adalah sistem kendali yang mengendalikan proses kendali tertentu. misalkan: pabrik kimia.
XY recorder
Posted by ariesperdana
Posted on 3/31/2010 05:57:00 PM
with No comments
XY recorder adalah alat untuk menampilkan sinyal dari sebuah rangkaian dalam bentuk cetakan pada kertas. gambar sinyal yang dicetak berdasarkan sumbu x dan y.
XY recoder ada yang memiliki 2 channel, dan ada juga yang hanya 1 channel. sama seperti osiloskop. input channel dihubungkan dengan test point / output dari sebuah rangkaian.
Pada XY recorder juga terdapat panel kontrol untuk mengatur kecepatan penggambaran sinyal dan sensitivitas terhadap tegangan output rangkaian.

Bagian panel atas dan bawah terdapat pengaturan dari mulai tombol start sampai, posisi mulai mencetak gambar sinyal. terdapat input sinyal [yang diberi kabel merah]. kertas[milimeter blok] yang dimasukan untuk tempat pencetakan sinyal. bagian servo + pen adalah bagian pencetak, servo untuk menggerakan pen untuk menggambar sesuai sinyal yang diberikan, lalu pen yang telah diisi tinta sebagai pena untuk menggambarnya.
PANEL KONTROL

terdapat tombol start, hold paper, list, X, SERVO, sisanya dibagian atas adalah untuk pengaturan semacam v/div atau ms/div nya.
1 kabel merah paling atas adalah bagian Ground yang dihubungkan dengan bagian Ground kabel merah paling bawah. kabel merah yang ditengah dihubungkan dengan tes point dari rangkaian.
SERVO + PEN

Didalam box hitam terdapat motor servo untuk menggerakan posisi pena agar mencetak sinyal sesuai dengan yang diberikan pada input channel/kanal. lalu ada pena yang diisi tinta untuk mencetak gambar sinyal pada kertas milimeter blok.
Cara menggunakan:
0. hubungkan test point rangkaian dengan input kanal XY Recorder[rangkaian dalam kondisi OFF].
1. masukan kertas dibawah box servo
2.tekan tombol HOLD [untuk menghidupkan listrik statis, agar kertas tidak bergeser]
3. tekan tombol X
4. tekan tombol start untuk mulai mencetak [rangkaian yang akan di test dalam kondisi OFF]
5. setelah terlihat gambar garis, sesuai titik nol, nyalakan rangkaian.
6. maka akan tercetak sinyal sesuai dengan kodisi tegangan pada test point dan respon waktu dari rangkaian tersebut.
7. setelah selesai mencetak, dengan cepat box servo akan kembali ke posisi awal. *hati-hati, jangan menempatkan sesuatu di area cetak, karena box servo akan bergerak dengan cepat setelah selesai mencetak.
8. tekan tombol LIST [untuk mencetak parameter-parameter dari sinyal yang telah digambar, e.g. cm/s, mV, V, dsb]
XY recoder ada yang memiliki 2 channel, dan ada juga yang hanya 1 channel. sama seperti osiloskop. input channel dihubungkan dengan test point / output dari sebuah rangkaian.
Pada XY recorder juga terdapat panel kontrol untuk mengatur kecepatan penggambaran sinyal dan sensitivitas terhadap tegangan output rangkaian.
Bagian panel atas dan bawah terdapat pengaturan dari mulai tombol start sampai, posisi mulai mencetak gambar sinyal. terdapat input sinyal [yang diberi kabel merah]. kertas[milimeter blok] yang dimasukan untuk tempat pencetakan sinyal. bagian servo + pen adalah bagian pencetak, servo untuk menggerakan pen untuk menggambar sesuai sinyal yang diberikan, lalu pen yang telah diisi tinta sebagai pena untuk menggambarnya.
PANEL KONTROL
terdapat tombol start, hold paper, list, X, SERVO, sisanya dibagian atas adalah untuk pengaturan semacam v/div atau ms/div nya.
1 kabel merah paling atas adalah bagian Ground yang dihubungkan dengan bagian Ground kabel merah paling bawah. kabel merah yang ditengah dihubungkan dengan tes point dari rangkaian.
SERVO + PEN
Didalam box hitam terdapat motor servo untuk menggerakan posisi pena agar mencetak sinyal sesuai dengan yang diberikan pada input channel/kanal. lalu ada pena yang diisi tinta untuk mencetak gambar sinyal pada kertas milimeter blok.
Cara menggunakan:
0. hubungkan test point rangkaian dengan input kanal XY Recorder[rangkaian dalam kondisi OFF].
1. masukan kertas dibawah box servo
2.tekan tombol HOLD [untuk menghidupkan listrik statis, agar kertas tidak bergeser]
3. tekan tombol X
4. tekan tombol start untuk mulai mencetak [rangkaian yang akan di test dalam kondisi OFF]
5. setelah terlihat gambar garis, sesuai titik nol, nyalakan rangkaian.
6. maka akan tercetak sinyal sesuai dengan kodisi tegangan pada test point dan respon waktu dari rangkaian tersebut.
7. setelah selesai mencetak, dengan cepat box servo akan kembali ke posisi awal. *hati-hati, jangan menempatkan sesuatu di area cetak, karena box servo akan bergerak dengan cepat setelah selesai mencetak.
8. tekan tombol LIST [untuk mencetak parameter-parameter dari sinyal yang telah digambar, e.g. cm/s, mV, V, dsb]
XY recorder
Posted by ariesperdana
Posted on 3/31/2010 05:57:00 PM
with No comments
XY recorder adalah alat untuk menampilkan sinyal dari sebuah rangkaian dalam bentuk cetakan pada kertas. gambar sinyal yang dicetak berdasarkan sumbu x dan y.
XY recoder ada yang memiliki 2 channel, dan ada juga yang hanya 1 channel. sama seperti osiloskop. input channel dihubungkan dengan test point / output dari sebuah rangkaian.
Pada XY recorder juga terdapat panel kontrol untuk mengatur kecepatan penggambaran sinyal dan sensitivitas terhadap tegangan output rangkaian.

Bagian panel atas dan bawah terdapat pengaturan dari mulai tombol start sampai, posisi mulai mencetak gambar sinyal. terdapat input sinyal [yang diberi kabel merah]. kertas[milimeter blok] yang dimasukan untuk tempat pencetakan sinyal. bagian servo + pen adalah bagian pencetak, servo untuk menggerakan pen untuk menggambar sesuai sinyal yang diberikan, lalu pen yang telah diisi tinta sebagai pena untuk menggambarnya.
PANEL KONTROL

terdapat tombol start, hold paper, list, X, SERVO, sisanya dibagian atas adalah untuk pengaturan semacam v/div atau ms/div nya.
1 kabel merah paling atas adalah bagian Ground yang dihubungkan dengan bagian Ground kabel merah paling bawah. kabel merah yang ditengah dihubungkan dengan tes point dari rangkaian.
SERVO + PEN

Didalam box hitam terdapat motor servo untuk menggerakan posisi pena agar mencetak sinyal sesuai dengan yang diberikan pada input channel/kanal. lalu ada pena yang diisi tinta untuk mencetak gambar sinyal pada kertas milimeter blok.
Cara menggunakan:
0. hubungkan test point rangkaian dengan input kanal XY Recorder[rangkaian dalam kondisi OFF].
1. masukan kertas dibawah box servo
2.tekan tombol HOLD [untuk menghidupkan listrik statis, agar kertas tidak bergeser]
3. tekan tombol X
4. tekan tombol start untuk mulai mencetak [rangkaian yang akan di test dalam kondisi OFF]
5. setelah terlihat gambar garis, sesuai titik nol, nyalakan rangkaian.
6. maka akan tercetak sinyal sesuai dengan kodisi tegangan pada test point dan respon waktu dari rangkaian tersebut.
7. setelah selesai mencetak, dengan cepat box servo akan kembali ke posisi awal. *hati-hati, jangan menempatkan sesuatu di area cetak, karena box servo akan bergerak dengan cepat setelah selesai mencetak.
8. tekan tombol LIST [untuk mencetak parameter-parameter dari sinyal yang telah digambar, e.g. cm/s, mV, V, dsb]
XY recoder ada yang memiliki 2 channel, dan ada juga yang hanya 1 channel. sama seperti osiloskop. input channel dihubungkan dengan test point / output dari sebuah rangkaian.
Pada XY recorder juga terdapat panel kontrol untuk mengatur kecepatan penggambaran sinyal dan sensitivitas terhadap tegangan output rangkaian.
Bagian panel atas dan bawah terdapat pengaturan dari mulai tombol start sampai, posisi mulai mencetak gambar sinyal. terdapat input sinyal [yang diberi kabel merah]. kertas[milimeter blok] yang dimasukan untuk tempat pencetakan sinyal. bagian servo + pen adalah bagian pencetak, servo untuk menggerakan pen untuk menggambar sesuai sinyal yang diberikan, lalu pen yang telah diisi tinta sebagai pena untuk menggambarnya.
PANEL KONTROL
terdapat tombol start, hold paper, list, X, SERVO, sisanya dibagian atas adalah untuk pengaturan semacam v/div atau ms/div nya.
1 kabel merah paling atas adalah bagian Ground yang dihubungkan dengan bagian Ground kabel merah paling bawah. kabel merah yang ditengah dihubungkan dengan tes point dari rangkaian.
SERVO + PEN
Didalam box hitam terdapat motor servo untuk menggerakan posisi pena agar mencetak sinyal sesuai dengan yang diberikan pada input channel/kanal. lalu ada pena yang diisi tinta untuk mencetak gambar sinyal pada kertas milimeter blok.
Cara menggunakan:
0. hubungkan test point rangkaian dengan input kanal XY Recorder[rangkaian dalam kondisi OFF].
1. masukan kertas dibawah box servo
2.tekan tombol HOLD [untuk menghidupkan listrik statis, agar kertas tidak bergeser]
3. tekan tombol X
4. tekan tombol start untuk mulai mencetak [rangkaian yang akan di test dalam kondisi OFF]
5. setelah terlihat gambar garis, sesuai titik nol, nyalakan rangkaian.
6. maka akan tercetak sinyal sesuai dengan kodisi tegangan pada test point dan respon waktu dari rangkaian tersebut.
7. setelah selesai mencetak, dengan cepat box servo akan kembali ke posisi awal. *hati-hati, jangan menempatkan sesuatu di area cetak, karena box servo akan bergerak dengan cepat setelah selesai mencetak.
8. tekan tombol LIST [untuk mencetak parameter-parameter dari sinyal yang telah digambar, e.g. cm/s, mV, V, dsb]
Sistem Kendali Kontinyu 1
Posted by ariesperdana
Posted on 3/27/2010 09:58:00 AM
with No comments
Silabus
1. pendahuluan
2. blok diagram sistem kendali
3. karakteristik sistem kendali
4. penyederhanaan blok diagram
5. transfer function / fungsi alih
6. sistem orde 1
7. sistem orde 2
8. routh test
9. routh locus
Sistem kendali kontinyu
Sistem = kumpulan dari beberapa sub-sistem yang saling berkait dan mempunyai tujuan tertentu
Kendali = alat / cara yang memungkinkan sistem bisa bekerja sesuai dengan keinginan kita
Kontinyu = sinyal yang mempunyai nilai pada setiap saat
Sistem Kendali Kontinyu = sistem yang memungkinkan sebuah alat bekerja sesuai dengan keinginan kita yang bekerja dengan menggunakan sinyal kontinyu.
Pembagian Sistem Kendali menurut sinyal yang digunakan
1. Kontinyu
sistem kendali kontinyu menggunakan komponen analog, e.g: op-amp, transistor, dsb
2. Diskrit
menggunakan komponen digital dan atau non digital
a. non mikro
sistem kendali diskrit non mikro menggunakan komponen digital, e.g: 74xxx
b. mikro
sistem kendali diskrit mikro menggunakan komponen mikroprosesor atau mikrokontroller, e.g: 8085, ATMega 8535, dsb
contoh:
SKK-->pengendalian kecepatan motor, water level, temperatur ruangan, dsb
SKD-non mikro-->Pembuka pintu parkir, beberapa pengendali dalam pabrik yang menggunakan ban berjalan
SKD-mikro-->Robot, mesin fotokopi, lift, dsb.
contoh kendali yang sederhana dan mudah ditemukan adalah setrika semi otomatis.
setrika yang menggunakan bimetal yang difungsikan sebagai sakelar, ketika temperaut berlebih.
routh locus adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa pada domain frekuensi menggunakan grafis.
routh test adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa kestabilan secara otomatis.
1. pendahuluan
2. blok diagram sistem kendali
3. karakteristik sistem kendali
4. penyederhanaan blok diagram
5. transfer function / fungsi alih
6. sistem orde 1
7. sistem orde 2
8. routh test
9. routh locus
Sistem kendali kontinyu
Sistem = kumpulan dari beberapa sub-sistem yang saling berkait dan mempunyai tujuan tertentu
Kendali = alat / cara yang memungkinkan sistem bisa bekerja sesuai dengan keinginan kita
Kontinyu = sinyal yang mempunyai nilai pada setiap saat
Sistem Kendali Kontinyu = sistem yang memungkinkan sebuah alat bekerja sesuai dengan keinginan kita yang bekerja dengan menggunakan sinyal kontinyu.
Pembagian Sistem Kendali menurut sinyal yang digunakan
1. Kontinyu
sistem kendali kontinyu menggunakan komponen analog, e.g: op-amp, transistor, dsb
2. Diskrit
menggunakan komponen digital dan atau non digital
a. non mikro
sistem kendali diskrit non mikro menggunakan komponen digital, e.g: 74xxx
b. mikro
sistem kendali diskrit mikro menggunakan komponen mikroprosesor atau mikrokontroller, e.g: 8085, ATMega 8535, dsb
contoh:
SKK-->pengendalian kecepatan motor, water level, temperatur ruangan, dsb
SKD-non mikro-->Pembuka pintu parkir, beberapa pengendali dalam pabrik yang menggunakan ban berjalan
SKD-mikro-->Robot, mesin fotokopi, lift, dsb.
contoh kendali yang sederhana dan mudah ditemukan adalah setrika semi otomatis.
setrika yang menggunakan bimetal yang difungsikan sebagai sakelar, ketika temperaut berlebih.
routh locus adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa pada domain frekuensi menggunakan grafis.
routh test adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa kestabilan secara otomatis.
Sistem Kendali Kontinyu 1
Posted by ariesperdana
Posted on 3/27/2010 09:58:00 AM
with No comments
Silabus
1. pendahuluan
2. blok diagram sistem kendali
3. karakteristik sistem kendali
4. penyederhanaan blok diagram
5. transfer function / fungsi alih
6. sistem orde 1
7. sistem orde 2
8. routh test
9. routh locus
Sistem kendali kontinyu
Sistem = kumpulan dari beberapa sub-sistem yang saling berkait dan mempunyai tujuan tertentu
Kendali = alat / cara yang memungkinkan sistem bisa bekerja sesuai dengan keinginan kita
Kontinyu = sinyal yang mempunyai nilai pada setiap saat
Sistem Kendali Kontinyu = sistem yang memungkinkan sebuah alat bekerja sesuai dengan keinginan kita yang bekerja dengan menggunakan sinyal kontinyu.
Pembagian Sistem Kendali menurut sinyal yang digunakan
1. Kontinyu
sistem kendali kontinyu menggunakan komponen analog, e.g: op-amp, transistor, dsb
2. Diskrit
menggunakan komponen digital dan atau non digital
a. non mikro
sistem kendali diskrit non mikro menggunakan komponen digital, e.g: 74xxx
b. mikro
sistem kendali diskrit mikro menggunakan komponen mikroprosesor atau mikrokontroller, e.g: 8085, ATMega 8535, dsb
contoh:
SKK-->pengendalian kecepatan motor, water level, temperatur ruangan, dsb
SKD-non mikro-->Pembuka pintu parkir, beberapa pengendali dalam pabrik yang menggunakan ban berjalan
SKD-mikro-->Robot, mesin fotokopi, lift, dsb.
contoh kendali yang sederhana dan mudah ditemukan adalah setrika semi otomatis.
setrika yang menggunakan bimetal yang difungsikan sebagai sakelar, ketika temperaut berlebih.
routh locus adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa pada domain frekuensi menggunakan grafis.
routh test adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa kestabilan secara otomatis.
1. pendahuluan
2. blok diagram sistem kendali
3. karakteristik sistem kendali
4. penyederhanaan blok diagram
5. transfer function / fungsi alih
6. sistem orde 1
7. sistem orde 2
8. routh test
9. routh locus
Sistem kendali kontinyu
Sistem = kumpulan dari beberapa sub-sistem yang saling berkait dan mempunyai tujuan tertentu
Kendali = alat / cara yang memungkinkan sistem bisa bekerja sesuai dengan keinginan kita
Kontinyu = sinyal yang mempunyai nilai pada setiap saat
Sistem Kendali Kontinyu = sistem yang memungkinkan sebuah alat bekerja sesuai dengan keinginan kita yang bekerja dengan menggunakan sinyal kontinyu.
Pembagian Sistem Kendali menurut sinyal yang digunakan
1. Kontinyu
sistem kendali kontinyu menggunakan komponen analog, e.g: op-amp, transistor, dsb
2. Diskrit
menggunakan komponen digital dan atau non digital
a. non mikro
sistem kendali diskrit non mikro menggunakan komponen digital, e.g: 74xxx
b. mikro
sistem kendali diskrit mikro menggunakan komponen mikroprosesor atau mikrokontroller, e.g: 8085, ATMega 8535, dsb
contoh:
SKK-->pengendalian kecepatan motor, water level, temperatur ruangan, dsb
SKD-non mikro-->Pembuka pintu parkir, beberapa pengendali dalam pabrik yang menggunakan ban berjalan
SKD-mikro-->Robot, mesin fotokopi, lift, dsb.
contoh kendali yang sederhana dan mudah ditemukan adalah setrika semi otomatis.
setrika yang menggunakan bimetal yang difungsikan sebagai sakelar, ketika temperaut berlebih.
routh locus adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa pada domain frekuensi menggunakan grafis.
routh test adalah metoda atau teori yang digunakan untuk menganalisa kestabilan secara otomatis.



