555 astable


kusabab engke bakal ditugaskeun jieun rangkain astable. ieu di backup heula memory otak na kana blogkeun, rangkaian astable multivibrator make IC 555.
ari astable multivibrator teh, penghasil pulsa anu bisa di atur rise time jeung fall time na atawa T-ON jeung T-OFF na bisa diatur.
urang perlu apal, yen R1 jeung R2 teh variabel resistor atawa biasa disebut potensio atawa potensiometer.
urang bisa ngatur T-ON jeung T-OFF kucara ngatur potensio 1 jeung potensio 2.

cara ngitung frekuensi output tina pin 3 IC 555

cara ngitung T-ON


cara ngitung T-OFF


sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/555_timer_IC

555 astable


kusabab engke bakal ditugaskeun jieun rangkain astable. ieu di backup heula memory otak na kana blogkeun, rangkaian astable multivibrator make IC 555.
ari astable multivibrator teh, penghasil pulsa anu bisa di atur rise time jeung fall time na atawa T-ON jeung T-OFF na bisa diatur.
urang perlu apal, yen R1 jeung R2 teh variabel resistor atawa biasa disebut potensio atawa potensiometer.
urang bisa ngatur T-ON jeung T-OFF kucara ngatur potensio 1 jeung potensio 2.

cara ngitung frekuensi output tina pin 3 IC 555

cara ngitung T-ON


cara ngitung T-OFF


sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/555_timer_IC

instruction set 8085


pada mikroprosesor 8085 terdapat banyak instruction yang digunakan untuk mikro 8085.
instruction tersebut dikumpulkan pada sebuah set instruction.
pada instruction set 8085 diantaranya terdapat
MOV
MVI
LDA
LDAX
LXI

LHLD
STA
STAX
SHLD
XCHG
SPHL
XTHL

instruction set 8085 yang lengkap dapat diunduh disini


instruction set 8085


pada mikroprosesor 8085 terdapat banyak instruction yang digunakan untuk mikro 8085.
instruction tersebut dikumpulkan pada sebuah set instruction.
pada instruction set 8085 diantaranya terdapat
MOV
MVI
LDA
LDAX
LXI

LHLD
STA
STAX
SHLD
XCHG
SPHL
XTHL

instruction set 8085 yang lengkap dapat diunduh disini


mikroprosesor


blok diagram dari sebuah komputer

pada postingan sebelumnya telah disinggung mengenai mikroprosesor dan mikrokontroler.
disini akan dibahas lebih ke mikroprosesor. sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu bagian-bagian dari komputer yang didalamnya terdapat mikroprosesor.
komputer terdiri dari 4 bagian:
1. input
2. mikroprosesor
3. memory
4. output

input dari komputer diantaranya didapat dari keyboard, mouse, joystick, scanner, touchpad, dan microphone.
output terdiri dari monitor, speaker, LCD proyektor, printer dan yang lainnya.
memory terdiri dari 2 jenis, yaitu primary dan secondary
primary terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM dan ROM(telah dibahas pada postingan sebelumnya).
secondary, sering disebut storage device yaitu diantaranya Harddisk, Flashdisk, CDROM, dll.

mikroprosesor akan memproses data dari input, lalu data akan dimunculkan pada output dan atau disimpan di memory, jika nanti diperlukan.

memory adalah penyimpan data. memory merupakan pengembangan dari rangkaian flip-flop.
flip-flop adalah rangkaian penyimpan data 1 bit.
flip-flop dikembangkan dengan merangkain flip-flop secara serial atau paralel menjadi sebuah register. sebuah register memiliki jumlah bit penyimpanan data tergantung dari banyaknya flip-flop yang dirangkai. misalkan 8 flip-flop dirangkai menjadi register, maka register tersebut memiliki kemampuan menyimpan 8 bit atau 1 byte. perlu diingat bahwa 1 byte adalah 8 bit.
register dikembangkan dengan cara menggabungkan register-register manjadi memory.
misalkan pada sebuah komputer dengan RAM 128MByte. jika setiap register memiliki kemampuan menyimpan data 1 byte, maka terdapat 128.000.000 register pada sebuah RAM.

Mikroprosessor adalah pengembangan dari gate-gate dasar rangkaian digital.
rangkaian digital memiliki 3 gate utama, yaitu AND gate, OR gate dan NOT gate.
kombinasi dari 3 gate utama menghasilkan 7 gate dasar, yaitu AND gate, OR gate, NOT gate, NAND gate, NOR gate, EX-OR gate, EX-NOR gate.
Pengembangan dari EX-OR gate menjadi half adder dan full adder adalah dasar dari mikroprosesor.
mikroprosesor hanya dapat memproses operasi aritmatika dan logika.
operasi aritmatika misalkan penjumlahan, pengurangan (penjumalah dengan minus), perkalian (2 * 3 = 2 + 2 + 2) dan pembagian. itulah sebabnya mengapa EX-OR menjadi dasar dari mikroprosesor, karena dari EX-OR --> half adder --> full adder (operasi aritmatika penjumlahan).
juga operasi logika seperti AND, OR dan NOT.
mikroprosesor TIDAK DAPAT MEMPROSES SELAIN OPERASI ARITMATIKA DAN LOGIKA.
didalam sebuah mikroprosesor terdapat bagian yang melakukan operasi aritmatika dan logika ini. bagian ini disebu ALU (Arithmetic Logic Unit ).
selain ALU, didalam mikroprosesor juga terdapat Register, Counter dan Decoder.


mikroprosesor


blok diagram dari sebuah komputer

pada postingan sebelumnya telah disinggung mengenai mikroprosesor dan mikrokontroler.
disini akan dibahas lebih ke mikroprosesor. sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu bagian-bagian dari komputer yang didalamnya terdapat mikroprosesor.
komputer terdiri dari 4 bagian:
1. input
2. mikroprosesor
3. memory
4. output

input dari komputer diantaranya didapat dari keyboard, mouse, joystick, scanner, touchpad, dan microphone.
output terdiri dari monitor, speaker, LCD proyektor, printer dan yang lainnya.
memory terdiri dari 2 jenis, yaitu primary dan secondary
primary terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM dan ROM(telah dibahas pada postingan sebelumnya).
secondary, sering disebut storage device yaitu diantaranya Harddisk, Flashdisk, CDROM, dll.

mikroprosesor akan memproses data dari input, lalu data akan dimunculkan pada output dan atau disimpan di memory, jika nanti diperlukan.

memory adalah penyimpan data. memory merupakan pengembangan dari rangkaian flip-flop.
flip-flop adalah rangkaian penyimpan data 1 bit.
flip-flop dikembangkan dengan merangkain flip-flop secara serial atau paralel menjadi sebuah register. sebuah register memiliki jumlah bit penyimpanan data tergantung dari banyaknya flip-flop yang dirangkai. misalkan 8 flip-flop dirangkai menjadi register, maka register tersebut memiliki kemampuan menyimpan 8 bit atau 1 byte. perlu diingat bahwa 1 byte adalah 8 bit.
register dikembangkan dengan cara menggabungkan register-register manjadi memory.
misalkan pada sebuah komputer dengan RAM 128MByte. jika setiap register memiliki kemampuan menyimpan data 1 byte, maka terdapat 128.000.000 register pada sebuah RAM.

Mikroprosessor adalah pengembangan dari gate-gate dasar rangkaian digital.
rangkaian digital memiliki 3 gate utama, yaitu AND gate, OR gate dan NOT gate.
kombinasi dari 3 gate utama menghasilkan 7 gate dasar, yaitu AND gate, OR gate, NOT gate, NAND gate, NOR gate, EX-OR gate, EX-NOR gate.
Pengembangan dari EX-OR gate menjadi half adder dan full adder adalah dasar dari mikroprosesor.
mikroprosesor hanya dapat memproses operasi aritmatika dan logika.
operasi aritmatika misalkan penjumlahan, pengurangan (penjumalah dengan minus), perkalian (2 * 3 = 2 + 2 + 2) dan pembagian. itulah sebabnya mengapa EX-OR menjadi dasar dari mikroprosesor, karena dari EX-OR --> half adder --> full adder (operasi aritmatika penjumlahan).
juga operasi logika seperti AND, OR dan NOT.
mikroprosesor TIDAK DAPAT MEMPROSES SELAIN OPERASI ARITMATIKA DAN LOGIKA.
didalam sebuah mikroprosesor terdapat bagian yang melakukan operasi aritmatika dan logika ini. bagian ini disebu ALU (Arithmetic Logic Unit ).
selain ALU, didalam mikroprosesor juga terdapat Register, Counter dan Decoder.


microprosessor and microcontroller

sebelum belajar mikro, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui perbedaan dari mikroprosessor dan mikrokontroller.
mikroprosessor adalah sebuah central processing unit
mikrokontroller adalah sebuah centrl processing unit yang telah dilengkapi dengan memory dan peripheral.
contoh dari memory adalah eprom, eeprom, sram, flash dan yang lainnya.
EPROM(erasable programmable read only memory) adalah sebuah chip memory yang dapat mempertahankan data walaupun supply dilepas. termasuk kedalam nonviolate (data tidak hilang ketika tidak ada supply).

EEPROM (electrically erasable programmable read only memory) adalah sebuah chip memory yang dapat mempertahankan data walaupun supply dilepas dan dapat terhapus secara listrik (electrically erased).
SRAM (static random access memory) adalah chip memory semikonduktor yang tidak melakukan 'reading' informasi secara berkala dari suatu memory komputer. sram menggunakan rangkaian bistable latching untuk mentransfer setiap datanya. sram juga bersifat violatile (data hilang ketika tidak mendapat supply)
FLASH adalah tipe memory non-violatile yang dapat dihapus secara listrik (electrically erased) dan dapat diprogram. teknologi flash ini digunakan pada flashdisk, phone memory card dan lain-lain.
contoh dari peripheral adalah ports, clock, timers, uarts, adc converters, lcd drivers, dac dan yang lainnya.
Ports adalah sambungan dari mikrokontroller ke komponen lain.
Clock adalah pulsa yang dapat dihasilkan pada mikro oleh rangkaian osilator
Timer adalah pewaktu pada mikro. mikro dapat melakukan penghitungan sendiri, dengan menggunakan program, kita dapat menggunakan fasilitas timer ini untuk stopwatch, jam, dll.
UART (universal asynchronous receiver/transmitter) adalah bagian yang menerjemahkan data antara serial dan parallel.
ADC converter adalah pengkonversi data dari analog ke digital
LCD driver adalah rangkaian kendali liquid crystal display yang digunakan sebagai output dari mikrokontroller.
DAC converter adalah pengkonversi data dari digital ke analog.
contoh dari mikrokontroller adalah mikro buatan PIC dan ATMEL
contoh dari mikroprosessor adalah intel 80186, 80188, 80386 dan lain lain.

sumber: wikipedia, forum.allaboutcircuits.com

microprosessor and microcontroller

sebelum belajar mikro, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui perbedaan dari mikroprosessor dan mikrokontroller.
mikroprosessor adalah sebuah central processing unit
mikrokontroller adalah sebuah centrl processing unit yang telah dilengkapi dengan memory dan peripheral.
contoh dari memory adalah eprom, eeprom, sram, flash dan yang lainnya.
EPROM(erasable programmable read only memory) adalah sebuah chip memory yang dapat mempertahankan data walaupun supply dilepas. termasuk kedalam nonviolate (data tidak hilang ketika tidak ada supply).

EEPROM (electrically erasable programmable read only memory) adalah sebuah chip memory yang dapat mempertahankan data walaupun supply dilepas dan dapat terhapus secara listrik (electrically erased).
SRAM (static random access memory) adalah chip memory semikonduktor yang tidak melakukan 'reading' informasi secara berkala dari suatu memory komputer. sram menggunakan rangkaian bistable latching untuk mentransfer setiap datanya. sram juga bersifat violatile (data hilang ketika tidak mendapat supply)
FLASH adalah tipe memory non-violatile yang dapat dihapus secara listrik (electrically erased) dan dapat diprogram. teknologi flash ini digunakan pada flashdisk, phone memory card dan lain-lain.
contoh dari peripheral adalah ports, clock, timers, uarts, adc converters, lcd drivers, dac dan yang lainnya.
Ports adalah sambungan dari mikrokontroller ke komponen lain.
Clock adalah pulsa yang dapat dihasilkan pada mikro oleh rangkaian osilator
Timer adalah pewaktu pada mikro. mikro dapat melakukan penghitungan sendiri, dengan menggunakan program, kita dapat menggunakan fasilitas timer ini untuk stopwatch, jam, dll.
UART (universal asynchronous receiver/transmitter) adalah bagian yang menerjemahkan data antara serial dan parallel.
ADC converter adalah pengkonversi data dari analog ke digital
LCD driver adalah rangkaian kendali liquid crystal display yang digunakan sebagai output dari mikrokontroller.
DAC converter adalah pengkonversi data dari digital ke analog.
contoh dari mikrokontroller adalah mikro buatan PIC dan ATMEL
contoh dari mikroprosessor adalah intel 80186, 80188, 80386 dan lain lain.

sumber: wikipedia, forum.allaboutcircuits.com

Digital Ramp ADC

Digital Ramp ADC merupakan jenis ADC [Analog to Digital Converter] yang bekerja berdasarkan prinsip kerja counter.
input signal analog dibandingkan dengan input lain pada komparator digital.
output dari komparator digital diumpankan ke LOAD counter dan ke EDGE TRIGGER NEGATIVE latches.
output dari counter diumpankan ke input DAC [DAC yang digunakan adalah jenis Binary Weight Resistor] juga diumpankan ke input Latches.
Output dari DAC diumpankan ke input negative komparator.
penjelasan mengenai komparator digital, counter, latches, dan DAC akan dijelaskan dengan penggunaan ADC pada aplikasi high temperature thermometer.


Komparator Digital [digital comparator] adalah komparator khusus yang hanya memiliki 2 kondisi output. dua kondisi yang dimaksud adalah logik 1 atau nol.
Logik 1 berarti tegangan keluaran komparator berkisar 5 volt.
Logik 0 berarti tegangan keluaran komparator berkisar 0 volt.
output komparator akan berlogik 1 jika hanya tegangan pada input positive komparator lebih besar dari tegangan input negative komparator.
output komparator akan berlogik 0 jika tegangan pada input positive = tegangan pada input negative, atau tegangan input negative lebih besar dari tegangan input positive.

input output
+V > -V logik 1 [5 volt]
+V = -V logik 0 [0 volt]
+V < -V logik 0 [0 volt] counter adalah komponen yang melakukan pencacahan / penghitungan. counter yang digunakan yaitu counter dengan LOAD. input dari counter di groundkan [diberi tegangan 0 volt], clock diberi pulsa [pulsa maksimum yang diperbolehkan adalah 50MHz]. LOAD dihubungkan ke output komparator. ketika LOAD logik 1, maka counter melakukan penghitungan dari mulai 0. ketika LOAD berlogik 0, maka counter menghentikan penghitungan. DAC [jenis binary weight resistor] adalah pengkonversi signal digital menjadi analog dengan menggunakan beberapa resistor [tergantung jumlah bit yang akan dikonversi]. misalkan input DAC 0010, tegangan referensi DAC = 5 V, maka tegangan output [signal analognya] adalah NILAI DESIMAL DARI BINER dibagi DUA PANGKAT n-1 dikali TEGANGAN REFERENSI. jadi Vout = [2/2^3] x 5 = 2.5 volt. tegangan maksimum dari DAC ini adalah 9.375 volt. Latches adalah bagian yang menahan sementara data dari counter untuk selanjutnya diproses untuk dimunculkan pada display [7 segment atau LCD]. latches bekerja berdasarkan prinsip bistable multivibrator, yaitu multivibrator yang memiliki kondisi 2 kondisi output yaitu 0 dan 1. data dari counter akan ditahan oleh latches, ketika EDGE TRIGGER NEGATIVE dari latches mendapat transisi turun [perubahan dari logik 1 ke logik 0], maka latches akan melanjutkan data dari counter ke display.
gambar diatas adalah aplikasi penggunaan digital ramp ADC untuk termometer suhu tinggi.
suhu tinggi dikonversi oleh sensor bimetal dengan referensi suhu es cair 0 derajat celcius. lalu tegangan keluaran dari bimetal diperkuat menggunakan op-amp dengan gain sesuai yang diinginkan. misalkan output maksimum dari op-amp sensor adalah 9 volt. maka ketika suhu maksimum tercapai [misalkan 1000 derajat celcius], maka keluaran op-amp adalah 9 volt, lalu masuk ke input positif komparator. komparator membandingkan input + dan -, karen +V > - V, 9v > 0v, maka output komparator berlogik 1. logik 1 ini digunakan pada LOAD counter, sehingga counter mulai mencacah / menghitung. pencacahan yang dilakukan counter dikonversi oleh DAC menjadi tegangan. ketika input biner tertentu masuk ke DAC, maka DAC akan mengeluarkan tegangan sampai 9 volt. ketika output DAC 9 volt, input + = input - komparator, sehingga output komparator berlogik 0. counter berhenti mencacah karena LOAD berlogik 0. latches bekerja karena terjadi perubahan logik dari 1 menjadi 0. selanjutnya, data yang telah dibuat oleh counter tadi dimunculkan pada display.

Dengan tegangan referensi DAC sebesar 5 volt, input DAC 8 bits, maka resolusinya
res = [1 / 2^7] x 5 volt = 0.039 v. perubahan terkceil dari DAC adalah 0.039 v, setiap perubahan bilangan biner yang menjadi input DAC menghasilkan perubahan tegangan 0.039 v.
0 v
0.039 v
0.078 v
.
.
.
9.xxx v
untuk mendapatkan tegangan output sebesar 9 volt, maka DAC melakukan sampling sebanyak 256 kali. sehingga input negative komparator mendapat tegangan 9 volt dan outputnya menjadi logik 0.
data pada counter yang tersimpan pada latches [11111111] di munculkan pada LCD sebagai display.

Converter

converter adalah penerjemah informasi digital ke analog atau sebaliknya.
converter terdiri dari 3 jenis:
1.komparator
komparator adalah pembanding nilai tegangan input dengan tegangan referensi.
pada komparator sering kali terjadi noise, maka diperlukan hysteresis comparator untuk mengurangi noise yang terjadi pada sistem.
2. DAC (Digital to Analog Converter)
DAC adalah penerjemah informasi digital menjadi informasi analog. informasi digital tentunya adalah bilangan biner, misalkan 10101010001 informasi ini diterjemahkan menjadi tegangan.
DAC memiliki jenis DAC 2 kutub, yaitu DAC ini memiliki output tegangan dengan range dari tegangan negatif sampai tegangan positif. tentunya dengan 2 input. misalkan input 04FH, outputnya 79(basis 10), tegangan referensi nya 5v, maka outputnya adalah -2,11volt
inputn yang 1 lagi misalkan 2A4H, outpunya 676 (basis 10), tegangan referensinya sama yaitu 5v, maka outputnya adalah 0,8v.
Resolution Conversion adalah fungsi perubahan terkecil dari referensi tegangan dan jumlah bit. misalkan tegangan referensinya 10v dengan input 5 bit. maka konversi resolusinya adalah 0,3125v
karakteristik ADC

DAC memiliki karakteristik yang terdiri dari

1. Digital Input

Digital input adalah jumlah bit pada masukan DAC

2. Power Supply

Power Supply adalah catu daya yang memberika tegangan kepada DAC agar penguat-penguat operasional di dalam IC dapat bekerja.

3. Reference Supply

Reference Supply adalah tegangan yang diatur sebagai parameter acuan untuk sebuah masukan DAC.

4. Output

Output adalah representasi dari tegangan masukan. Output berbentuk bit.

5. Offset

Offset adalah data pengganti pada keluaran DAC ketika tidak ada masukan.

6. Data latch

Data latch adalah penahan data. Data pada keluaran akan tetap sampai masukan yang selanjutnya diterima oleh DAC.

7. Conversion time

Conversion time adalah waktu yang diperlukan oleh DAC untuk mengubah informasi analog dari masukan menjadi informasi bergana. Conversion time terjadi dalam mikrodetik.


Struktur DAC terdiri dari penguat-penguat operasional yang disusun secara serial dan resistor.
Data Board Output adalah papan yang terdiri dari beberapa sistem ADC, encode address, dan bus.


3. ADC (Analog to Digital Converter)
ADC adalah penerjemah informasi input berupa sinyal analog menjadi sinyal digital berupa bilangan biner, misalkan 01010101010100.
contohL: input 3,127 v, tegangan referensi 5v dan input 5bit. maka outputnya adalah 3,127 / 5 = 0,6254 (basis 10) = 10100 (basis 2)
Operasi 2 kutub ADC. pada ADC juga terdapat operasi 2 kutub seperti pada DAC. DAC 2 kutub ini dapat menerima 2 informasi input dengan output range dari tegangan negatif sampai tegangan positif.
Karakteristik DAC

1. Analog voltage input

Analog voltage input adalah masukan ADC yang akan diubah menjadi informasi bergana. Persyarata tegangan masukan harus tetap.

2. Power Supplies

Power Supplies adalah catu daya yang diperlukan agar penguat-penguat operasional dalam ADC dapat bekerja.

3. Reference voltage

Reference voltage adalah tegangan referensi yang dibandingkan dengan tegangan masukan. Persyaratan tegangan referensi harus tetap.

4. Digital output

Digital output adalah keluaran dari ADC yang memiliki n keluaran. Keluaran ADC berbentuk tinggi (1 / ON) atau rendah (0/OFF)

5. Control lines

Control lines adalah pengendali keluaran ADC. Control lines digunakan untuk antar muka ADC dengan komputer untuk diproses selanjutnya oleh komputer. Control lines terdiri dari

a. SC (Start Convert)

SC adalah kendali untuk memulai proses pengkonverisan. Proses pengkonversian dilakukan ketika transisi turun dari SC.

b. EOC (End Of Convert)

EOC adalah kendali untuk menghentikan proses pengkonversian. EOC memiliki pernyataan tinggi (1 / ON) ketika proses konveri berjalan. Ketika proses konversi berhenti, EOC memiliki pernyataan rendah (1 / OFF).
untuk file doc nya bisa di download disini